Selasa, 30 November 2010

BADUY

Orang Kanekes atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo (Garna, 1993).

Wilayah

Wilayah Kanekes secara geografis terletak pada koordinat 6°27’27” – 6°30’0” LS dan 108°3’9” – 106°4’55” BT (Permana, 2001). Mereka bermukim tepat di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Rangkasbitung, Banten, berjarak sekitar 40 km dari kota Rangkasbitung. Wilayah yang merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng dengan ketinggian 300 – 600 m di atas permukaan laut (DPL) tersebut mempunyai topografi berbukit dan bergelombang dengan kemiringan tanah rata-rata mencapai 45%, yang merupakan tanah vulkanik (di bagian utara), tanah endapan (di bagian tengah), dan tanah campuran (di bagian selatan). suhu rata-rata 20 °C.

Bahasa

Bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Sunda dialek Sunda–Banten. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah. Orang Kanekes 'dalam' tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat istiadat, kepercayaan/agama, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja.

Asal-usul

Menurut kepercayaan yang mereka anut, orang Kanekes mengaku keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia.
Pendapat mengenai asal-usul orang Kanekes berbeda dengan pendapat para ahli sejarah, yang mendasarkan pendapatnya dengan cara sintesis dari beberapa bukti sejarah berupa prasasti, catatan perjalanan pelaut Portugis dan Tiongkok, serta cerita rakyat mengenai 'Tatar Sunda' yang cukup minim keberadaannya. Masyarakat Kanekes dikaitkan dengan Kerajaan Sunda yang sebelum keruntuhannya pada abad ke-16 berpusat di Pakuan Pajajaran (sekitar Bogor sekarang). Sebelum berdirinya Kesultanan Banten, wilayah ujung barat pulau Jawa ini merupakan bagian penting dari Kerajaan Sunda. Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum menganggap bahwa kelestarian sungai perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus tersebut tampaknya menjadi cikal bakal Masyarakat Baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut (Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat tersebut membawa kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan kesejarahan mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Baduy sendiri dari serangan musuh-musuh Pajajaran.
Van Tricht, seorang dokter yang pernah melakukan riset kesehatan pada tahun 1928, menyangkal teori tersebut. Menurut dia, orang Baduy adalah penduduk asli daerah tersebut yang mempunyai daya tolak kuat terhadap pengaruh luar (Garna, 1993b: 146). Orang Baduy sendiri pun menolak jika dikatakan bahwa mereka berasal dari orang-oraang pelarian dari Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda. Menurut Danasasmita dan Djatisunda (1986: 4-5) orang Baduy merupakan penduduk setempat yang dijadikan mandala' (kawasan suci) secara resmi oleh raja, karena penduduknya berkewajiban memelihara kabuyutan (tempat pemujaan leluhur atau nenek moyang), bukan agama Hindu atau Budha. Kebuyutan di daerah ini dikenal dengan kabuyutan Jati Sunda atau 'Sunda Asli' atau Sunda Wiwitan (wiwitann=asli, asal, pokok, jati). Oleh karena itulah agama asli mereka pun diberi nama Sunda Wiwitan. Raja yang menjadikan wilayah Baduy sebagai mandala adalah Rakeyan Darmasiksa.
Ada versi lain dari sejarah suku baduy, dimulai ketika Kian Santang putra prabu siliwangi pulang dari arabia setelah berislam di tangan sayyidina Ali. Sang putra ingin mengislamkan sang prabu beserta para pengikutnya. Di akhir cerita, dengan 'wangsit siliwangi' yang diterima sang prabu, mereka berkeberatan masuk islam, dan menyebar ke penjuru sunda untuk tetap dalam keyakinannya. Dan Prabu Siliwangi dikejar hingga ke daerah lebak (baduy sekarang), dan bersembunyi hingga ditinggalkan. Lalu sang prabu di daerah baduy tersebut berganti nama dengan gelar baru Prabu Kencana Wungu, yang mungkin gelar tersebut sudah berganti lagi. Dan di baduy dalamlah prabu siliwangi bertahta dengan 40 pengikut setianya, hingga nanti akan terjadi perang saudara antara mereka dengan kita yang diwakili oleh ki saih seorang yang berupa manusia tetapi sekujur tubuh dan wajahnya tertutupi oleh bulu-bulu laiknya monyet.dan ki saih ini kehadirannya di kita adalah atas permintaan para wali kepada Allah agar memenangkan kebenaran.

Kepercayaan

Kepercayaan masyarakat Kanekes yang disebut sebagai Sunda Wiwitan berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang (animisme) yang pada perkembangan selanjutnya juga dipengaruhi oleh agama Budha, Hindu, dan Islam. Inti kepercayaan tersebut ditunjukkan dengan adanya pikukuh atau ketentuan adat mutlak yang dianut dalam kehidupan sehari-hari orang Kanekes (Garna, 1993). Isi terpenting dari 'pikukuh' (kepatuhan) Kanekes tersebut adalah konsep "tanpa perubahan apapun", atau perubahan sesedikit mungkin:
Lojor heunteu beunang dipotong, pèndèk heunteu beunang disambung.
(Panjang tidak bisa/tidak boleh dipotong, pendek tidak bisa/tidak boleh disambung)
Tabu tersebut dalam kehidupan sehari-hari diinterpretasikan secara harafiah. Di bidang pertanian, bentuk pikukuh tersebut adalah dengan tidak mengubah kontur lahan bagi ladang, sehingga cara berladangnya sangat sederhana, tidak mengolah lahan dengan bajak, tidak membuat terasering, hanya menanam dengan tugal, yaitu sepotong bambu yang diruncingkan. Pada pembangunan rumah juga kontur permukaan tanah dibiarkan apa adanya, sehingga tiang penyangga rumah Kanekes seringkali tidak sama panjang. Perkataan dan tindakan mereka pun jujur, polos, tanpa basa-basi, bahkan dalam berdagang mereka tidak melakukan tawar-menawar.
Objek kepercayaan terpenting bagi masyarakat Kanekes adalah Arca Domas, yang lokasinya dirahasiakan dan dianggap paling sakral. Orang Kanekes mengunjungi lokasi tersebut untuk melakukan pemujaan setahun sekali pada bulan Kalima, yang pada tahun 2003 bertepatan dengan bulan Juli. Hanya puun yang merupakan ketua adat tertinggi dan beberapa anggota masyarakat terpilih saja yang mengikuti rombongan pemujaan tersebut. Di kompleks Arca Domas tersebut terdapat batu lumpang yang menyimpan air hujan. Apabila pada saat pemujaan ditemukan batu lumpang tersebut ada dalam keadaan penuh air yang jernih, maka bagi masyarakat Kanekes itu merupakan pertanda bahwa hujan pada tahun tersebut akan banyak turun, dan panen akan berhasil baik. Sebaliknya, apabila batu lumpang kering atau berair keruh, maka merupakan pertanda kegagalan panen (Permana, 2003a).
Bagi sebagian kalangan, berkaitan dengan keteguhan masyarakatnya, kepercayaan yang dianut masyarakat adat Kanekes ini mencerminkan kepercayaan keagamaan masyarakat Sunda secara umum sebelum masuknya Islam.

SMKN 1 Serang ( School Sweet School )

SMK Negeri 1 Serang

Berkembang karena kompetensi berbuah INVEST ADB. Mungkin itulah yang pantas disematkan pada sekolah menengah kejuruan negeri 1, SMK N 1 Serang, Banten.Setelah secara konsisten sekolah ini menegakkan prisisp-prinsip dasar pendidikan secara professional.  Semakin meyakinkan langkah perkembangannya sebagai SMK Negeri unggulan di Indonesia. Keberhasilannya menjadi bagian dari 90 SMK model atau indonesia vocational education strengthening, INVEST ADB.
Program yang digagas oleh Asian development bank, ADB bertujuan mengembangkan mutu pendidikan Asia kelak sejajar dengan Negara-negara maju Eropa dan Amerika. Program penguatan sekolah menengah kejuruan menekankan pada keahlian siswa berdasar bakat dan keinginan siswa dan membimbingnya supaya siap menghadapi kancah persaingan global.
Pada tahun 2007 SMKN 1 Serang dianugerahi ISO 9001-2008 oleh badan sertifikasi internasional yang berpusat di Jenewa, Swiss. Berada di pucuk kegemilangannya SMKN 1 Serang dipercaya sebagai barometer penyelenggaraan pendidikan berinovasi oleh SMK beberapa daerah termasuk kota-kota besar, Jakarta dan makasar. ISO 9001-2008 notabene diberikan pada lembaga atau badan usaha berprestasi, berhasil menerapkan sistem manajemen good governance.kemudian oleh pemerintah Indonesia mengadopsi sepenuhnya ISO 9001:2008 sebagai referensi Standar Nasional Indonesia 19-9000 (SNI 19-9000).
Secara umum kualitas mutu pelayanan, menejemen yang tertata rapih dan modern tidak luput menjaga kepuasan pelanggan, dalam hal ini adalah murid atau wali murid. Menjalin komunikasi secara efektif semakin menambah kepercayaan masyarakat pada SMK N 1 Serang. Terlihat dari ribuan siswa yang mendaftar hanya tiga ratusan siswa yang diterima.
Mempertahankan predikat sebagai sekolah unggulan SMK N 1 menjalankan Evaluasi audit setiap enam bulan sekali. Meliputi program pengembangan kompetensi siswa, ketuntasan penyampaian materi, tingkat orang tua wali menyatakan kritik atau saran. “Kami mencatat apa yang direncanakan dan merencanakan apa yang dicatat, apalagi untuk saat ini audit internal dilakukan setiap enam bulan sekali,”kata Cucu Supriyatin, bidang kehumasan SMK N 1 Serang.

Berkembang karena kompetensi berbuah INVEST ADB. Mungkin itulah yang pantas disematkan pada sekolah menengah kejuruan negeri 1 Serang, Banten. Setelah secara konsisten menegakkan prisisp-prinsip dasar pendidikan secara professional, semakin meyakinkan langkah perkembangannya sebagai SMK Negeri unggulan di Indonesia. Keberhasilannya menjadi bagian dari 90 SMK model atau indonesia vocational education strengthening, INVEST ADB.
Program yang digagas oleh asian development bank, ADB bertujuan mengembangkan mutu pendidikan Asia kelak sejajar dengan Negara-negara maju Eropa dan Amerika. Program penguatan sekolah menengah kejuruan menekankan pada keahlian siswa berdasar bakat dan keinginan siswa dan membimbingnya supaya siap menghadapi kancah persaingan global.
Pada tahun 2007 SMKN 1 Serang dianugerahi ISO 9001-2008 oleh badan sertifikasi internasional yang berpusat di Jenewa, Swiss. Berada di pucuk kegemilangannya SMKN 1 Serang dipercaya sebagai barometer penyelenggaraan pendidikan berinovasi oleh SMK beberapa daerah termasuk kota-kota besar, Jakarta dan makasar. ISO 9001-2008 notabene diberikan pada lembaga atau badan usaha berprestasi, berhasil menerapkan sistem manajemen good governance.kemudian oleh pemerintah Indonesia mengadopsi sepenuhnya ISO 9001:2008 sebagai referensi Standar Nasional Indonesia 19-9000 (SNI 19-9000).
Secara umum kualitas mutu pelayanan, menejemen yang tertata rapih dan modern tidak luput menjaga kepuasan pelanggan, dalam hal ini adalah murid atau wali murid. Menjalin komunikasi secara efektif semakin menambah kepercayaan masyarakat pada SMK N 1 Serang. Terlihat dari ribuan siswa yang mendaftar hanya tiga ratusan siswa yang diterima.
Mempertahankan predikat sebagai sekolah unggulan SMK N 1 menjalankan Evaluasi audit setiap enam bulan sekali. Meliputi program pengembangan kompetensi siswa, ketuntasan penyampaian materi, tingkat orang tua wali menyatakan kritik atau saran. “Kami mencatat apa yang direncanakan dan merencanakan apa yang dicatat, apalagi untuk saat ini audit internal dilakukan setiap enam bulan sekali,”kata Cucu Supriyatin, bidang kehumasan SMK N 1 Serang.Agus

Pakupatan

Beberapa hari yang lalu menjadi pengalaman pertamaku  ke Terminal Pakupatan untuk keperluan riset akumassa. Sebenarnya aku sering melintasi terminal itu ketika pulang menuju rumah orangtuaku di Cilegon. Namun, tak pernah sekali pun aku masuk, karena angkutan umum yang aku tumpangi memang hanya melewati jalan depan terminalnya saja.
Terminal Pakupatan
Terminal Pakupatan
Terminal Pakupatan menjadi salah satu terminal pusat Provinsi Banten sejak 1995. Fungsinya adalah sebagai terminal dalam kota, antar kota dalam provinsi, serta antar kota antar provinsi. Seperti terminal pada umumnya, di sana aku melihat suasana yang ramai dengan para penumpang, pengamen, penjual rokok, penjual makanan, dan  mobil yang ke luar masuk  terminal. Biasanya mobil yang ngetem di dalam Terminal Pakupatan adalah yang bertujuan ke Jakarta-Merak, ada pula tujuan Ciamis, bahkan sampai ke luar Jawa.
Aku juga sempat bertemu para petugas Dinas Perhubungan yang menjaga keamanan terminal. Salah satunya adalah Bapak Muhammad Sabihis sebagai DANRU (Komandan Regu) yang juga merangkap sebagai Kepala Terminal  Pakupatan atau bisa juga disebut KASTER. Beliau sudah hampir satu tahun bekerja di sana. Dinas Perhubungan yang bekerja di Terminal Pakupatan terbagi menjadi tiga regu, tiap regunya terdiri dari sembilan orang.
Menurut Bapak Sabihis, sebelumnya terminal pusat Serang berada di Ciceri, namun karena lokasinya terlalu berada di tengah kota dan penduduk, maka terminal tersebut dinilai kurang efisien dan dipindahkan ke Pakupatan.
Terminal Pakupatan dulunya adalah petakan sawah yang begitu luas dan disertai rawa. Tidak sulit bagiku membayangkan lokasi Terminal Pakupatan ketika masih menjadi sawah, karena kondisi jalan di Terminal Pakupatan kini rusak parah, dan membentuk kubangan-kubangan yang sangat mengganggu penglihatan serta kenyamanan. Jalan rusak itu lah yang membuat para supir enggan masuk ke terminal untuk menunggu penumpang. Akhirnya, kemacetan di depan Terminal Pakupatan tidak dapat dihindarkan.

Rumah Dunia Serang

RUMAH DUNIA, WISATA KOTA DI SERANG

Percaya tidak, kalau kita sebetulnya tidak usah pergi jauh-jauh kalau hendak berwisata di Serang? Jika kamu tidk punya uang banyak, cobalah berwisata di kota Serang saja. Ke mana? Alun-alun kota Serang pilihan utama. Jika ingin sntai, setiap selepa Ashar, kota Serang jadi magnit tersendiri. Banyak makanan (wisata kuliner) bisa kita cicipi. Kalau sudah punya anak, banyak mainan murah-meriah untuk anak-anak kita. Bagi yang jomblo, ngeceng aja.
GEDUNG TUA
Kalau ingin melihat gedung tua, jalan kaki saja di seputaran alun-alun. Ada Gedong Juang di selantannya, gedong negara (kantor gubernur) di barat, dan sebelah utara ada pendopo bupati Serang. Sayang ya, gedung Makodim sudah jadi Serang mall.
Kalau ingin menarik lgi, dari alun-alun kota Serang ke sebelah barat. ada kampung Kaujon. Di sana banyak rumah-rumh tua dan ada mesjid tua. Kita bisa memasuki gang-gang kecil ibarat labirin. Asik, deh.
SENI
Dan Rumah Dunia juga bisa jadi sasaran wisata kota. hampir setiap Minggu selalu ada acara seni. Rumah Dunia bisa dijadikan tujuan wisata seni. Tinggal datang dan bertanya kepada relawan, ada agenda apa saja di Rumah Dunia. Atur rencana, boyong keluarga. Malah Rumah Dunia memberi kesempatan kepada para keluarga di Banten untuk menampilkan kreasi-kreasi seninya. Kalau ada yang ingin nyanyi, baca puisi, berteater, kami siap jadi penontonnya dan memberikan apresiasi dadakan. Kita bisa bergembira bersekspresi. jangan takut, ekspresikn saja dirimu! Ditunggu, ya1 (GG)

J-Rockstars Banten

Salam J-Rockstars!!!

Buat temen2 jrstar dmnapun kalian berada, mudah2an langkah yg ditempuh oleh kami jrstar banten bisa menjadi inspirasi temen2 semua sebagai jrstar sejati yang cinta sama J-Rocks.

Alhamdulillah pada hari sabtu tanggal 28 Februari 2009 kemarin, J-Rockstars Club Banten telah diresmikan secara langsung oleh para persomil J-ROCKS di hotel Le Dian Serang Banten. Dengan penuh rasa syukur kami merasa bangga karena telah mendapat pengakuan secara resmi, baik dari manajemen pusat maupun pers...


Saat ini JRSClub BANTEN adalah J-rockstarsClub yang resmi dan diakui oleh Manajemen J-ROCKS maupun Official J-Rockstars untuk menjadi wadah aspirasi bagi para J-Rockstars yang ada di wilayah / region Banten.
JRSClub BANTEN merupakan JRSClub Propinsi pertama yang tergabung dari 4 JRS wilayah kota yang ada di Banten yang terdiri dari JRS SERANG, JRS CILEGON, JRS BANTEN, dan JRS ANYER. Yang ke depannya oleh Manajemen J-ROCKS setiap JRS di tiap kota akan dibentuk JRSClub Propinsi seperti kami...

Pesan Untuk Pembaca

Asalamualaikum..
Saya Riyana ingin menyampaikan kepada pembaca untuk meminta maaf jika isi blog saya kurang menarik karena saya masih dalam tahap pembelajaran...dan untuk pembaca di luar Banten Khusus'y di luar Serang...jangan ragu untuk datang ke Kota Serang karena anda akan di suguhkan berbagai kegiatan, komunitas, kuliner, bahkan budaya... ENJOY SERANG.... :)


Salam Manis Dari Saya.... Riyana....

Karangantu

Pelabuhan Karangantu Diproyeksikan Jadi Kawasan Wisata Kuliner

[SERANG] Pelabuhan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten akan diproyeksikan menjadi kawasan wisata kuliner yang higienis. Pelabuhan yang selama ini juga menjadi pasar ikan tradisional ini juga akan dijadikan sentra penjualan ikan terbesar dengan rencana peningkatan status menjadi pelabuhan nusantara.
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Banten HM.Masduki ketika melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Karangantu, Selasa (20/11).
 “Pelabuhan Karangantu saya kira tidak kalah menarik  untuk dikelola potensinya  secara mksimal. Kawasan Karangantu, akan menjadi daerah tujuan wisata kuliner yang paling mengasyikan dengan menu khas ikan baker,” kata Masduki.
Masduki menjelaskan  Pelabuhan Karangantu tidak bisa berkembang dengan pesat bukan lantaran hasil tangkapan ikan nelayan setempat kurang bagus tapi karena adanya sejumlah faktor lain, yakni  nelayan setempat memilih menjual ikannya ke daerah lain, lantaran di Karangantu tidak bisa memberikan jaminan harga maupun pembayarannya.
Karena itu kata Masduki, Pelabuhan Karangantu harus ditata menjadi kawasan wisata dengan bentuk pasar ikan higienis yang dipadukan dengan kawasan wisata yang telah ada, yaitu kawasan wiasata ziarah Banten Lama yang lokasinya  berdampingan dengan Pelabuhan Karangantu.
“Kalau Karangantu sudah mejadi kawasan wisata, maka nelayan tidak perlu menjual ikannya keluar dari Karangantu. Ikan akan langsung dibeli para pengelola tempat wisata kuliner sehingga ada dampak peningakatan ekonomi bagi masyarakat nelayan,” ujarnya.

Ki Amuk

Meriam Kiamuk merupakan meriam pertama yang dimiliki oleh kesultanan Banten yang berhasil direbut dari pemerintah Belanda. Meriam ini semula terletak di Karangantu, namun sekarang ditempatkan di pojok alun-alun depan keraton Surosowan. Pelabuhan karangantu merupakan Pelabuhan tertua di Jawa yang tempo dulu banyak di datangi kapal-kapal Persia, Cina, Arab, Portugis, Inggris, dan Belanda yang mengadakan hubungan dagang dengan Kesultanan Banten.

Tasikardi

Danau Tasikardi

Danau tasikardi terletak sekitar 10 km dari pusat kota Serang. Ada dua rute yang dapat anda lalui menuju Tasikardi. Rute pertama melalui Jl. Banten Lama, melewati Pelabuhan Karang Antu, Benteng Speelwijk dan Vihara Avalokitesvara. Rute kedua dari kota Serang anda mengambil arah menuju kota Cilegon. Di kota kecamatan Kramatwatu anda dapat mengambil arah ke utara (belok kanan) menuju danau Tasikardi. Untuk anda yang senang berpetualang dengan menggunakan sepeda, dapat mengikuti Jalur Pipa Gas (JPG) dari Kota Serang sampai ke Kecamatan Kramatwatu.
Danau Tasikardi terletak di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu,
Kabupaten Serang.

Kata Tasikardi merupakan gabungan dua suku kata dari bahasa Sunda,
yaitu tasik dan ardi yang artinya danau buatan. Menurut sejarahnya,
danau tersebut dibuat pada masa pemerintahan Panembahan
Maulana Yusuf (1570-1580 M), sultan kedua Kesultanan Banten. Konon,
danau yang luasnya mencapai 5 hektar dan bagian dasarnya dilapisi dengan
ubin batu bata ini, dahulunya, merupakan tempat peristirahatan
sultan-sultan Banten bersama keluarganya.

Pada masa itu, danau yang juga dikenal dengan Situ Kardi ini memiliki
fungsi ganda. Selain sebagai penampung air dari Sungai Cibanten yang
digunakan untuk mengairi areal persawahan, danau ini juga dimanfaatkan
untuk memenuhi pasokan air bagi keluarga keraton dan masyarakat
sekitarnya. Air Danau Tasikardi dialirkan ke Keraton Surosowon melalui
pipa-pipa yang terbuat dari tanah liat berdiameter 2-40 sentimeter.
Sebelum digunakan, air danau tersebut terlebih dahulu disaring dan
diendapkan di tempat penyaringan khusus yang dikenal dengan sebutan
pengindelan abang (penyaringan merah), pengindelan putih
(penyaringan putih), dan pengindelan emas (penyaringan emas).

Dewasa ini, Danau Tasikardi, bersama Masjid Agung Banten
, Keraton Surosowon, Keraton Kaibon, Pasar Lama Serang, Benteng Speelwijk, dan Vihara Avalokitesvara, masuk dalam Situs Banten Lama. Keberadaan situs-situs
yang berada di Kabupaten Serang tersebut, selain menjadi saksi bisu
tentang kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lampau, juga
merupakan tempat tujuan wisata sejarah yang mengasyikkan. Para pengelola
biro perjalanan wisata pun telah mengemas situs-situs tersebut dalam
satu paket wisata khusus, yaitu Kawasan Wisata Banten Lama.

Mengunjungi Danau Tasikardi yang konon tidak pernah kering dan tidak
pernah meluap ini terbilang istimewa. Karena dengan mengunjungi danau
tersebut, berarti telah mengunjungi situs sejarah dan sekaligus obyek wisata
yang memesona. Sebagai situs sejarah, keberadaan
danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada
masa lalu. Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk
mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi
penduduk merupakan terobosan yang cemerlang.

Ditengah danau terdapat sebuah pulau yang dahulunya merupakan
tempat rekreasi keluarga kesultanan. Untuk
mencapai pulau seluas 44 x 44 meter persegi yang berjarak sekitar 200
meter dari bibir danau ini, wisatawan dapat menyewa perahu. Di pulau
tersebut, masih dapat dilihat sisa-sisa peninggalan Kesultanan Banten,
seperti kolam penampungan air, pendopo, dan kamar mandi keluarga
kesultanan. Juga terdapat jungkit-jungkitan, semacam tempat permainan
untuk anak-anak yang terbuat dari besi panjang, yang terletak di samping
pendopo.

Jelang matahari terbenam, eksotisme danau yang menjadi saksi bisu
tentang kegemilangan Banten pada masa lalu. Burung-burung kecil yang
terbang rendah di tepi danau dan sesekali menyambar air danau, kian mengukuhkan betapa spesialnya Tasikardi ini.
Menara Banten ini terletak tidak jauh dari Klenteng Banten kira-kira 5 meter, Menara Banten ini dulu dipakai oleh masyarakat sekitar sebagai tempat untuk mengumandangkan Adzan, karena pada jaman dahulu belum ada pengeras suara, dalam menara banten ini kalau kita teriak akan ada gema, makanya dipakai oleh masyarakat sekitar untuk mengumandangkan Adzan atau memberi tahu kan tanda bahaya. Kalau kita naik keatas menara banten ini, akan terlihat pemandangan yang luar biasa, apalagi kalau pagi-pagi kita akan melihat pegunungan yang masih berselimutkan kabut. Menara Banten ini bersebelahan dengan makam para raja-raja banten, dan disekitar Menara banten ini terdapat benda cagar budaya yang dilindungi contohnya Jembatan Rantai, Benteng Surosowan. Disekitar jalan menuju Menara Banten ini banyak sekali para pengemis, maka kalau mau kesini, kalian harus bawa uang recehan, buat memberi sedekah kepada para pengemis. Dan disekitar Menara Banten ini ada para pedagang yang memperjual belikan kebutuhan untuk sholat, seperti peci, sajadah, mukanah, tasbih, dan bila kalian ingin nyekar kemakam para raja, disini juga tersedia para pedagang kembang 7 rupa, dan minyak wangi. Naik ke menara banten ini, sebenarnya tidak bayar, hanya kita harus memberi uang seikhlasnya untuk perawatan menara banten ini. Untuk naik keatas menara banten kita akan melewati anak tangga, yang cukup panjang, dan sempit, hanya bisa dilalui oleh satu orang saja, jadi jika diatas masih ada orang, kita harus menunggu orang yang diatas turun, barulah kita naik keatas. Disamping Menara Banten ini juga terdapat mesjid yang digunakan untuk keperluan hari keagamaan umat muslim. Dan tempat ini biasa ramai pada bulan menjelang puasa atau idul fitri.

Salam Kenal

Salam kenal.. nama saya Riyana, saya lahir di serang 15 November 1992, saya tinggal di komplek Korem Serang, sekarang saya bersekolah di SMKN 1 Serang Kelas 3 Jurusan Perhotelan Semester Akhir...Semoga saya Lulus dengan baik nanti... Amin..